gedung DPR

Anggota Komisi IV DPR RI Fauzih Amro mengatakan akan mendorong pemerintah, dalam hal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk segera membangun Pusat Pelatihan Pakan Mandiri di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Menurutnya, cara yang selama ini digunakan oleh para peternak di Sumsel terbilang sudah kurang efektif, karena masih menggunakan tepung dan ikan asin.

Hal itu diungkapkan Fauzih di sela-sela Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo meninjau budi daya ikan dan budi daya rawa di Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Senin (30/7/2018).

“Kita mendorong KKP untuk membuat semacam lembaga pelatihan atau kursus agar masyarakat dapat terlatih dalam budidaya ikan, bagaimana membuat pakan yang baik. Saat ini pusat pelatihannya ada di Depok, namun kita akan buat juga pusat pelatihannya di sini. Dinas Provinsi dan tanah sudah oke, tinggal anggarannya untuk 2019,” ujar Fauzih.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar menambahkan saat ini sudah ada pengganti tepung ikan yang jauh lebih efektif dan efisien, yaitu tepung maggot dari Black Soldier Fly (BSF). Produk yang kaya protein, kalsium dan lengkap asam amino ini umumnya di Indonesia dipakai sebagai bahan baku pakan ternak. Selain itu tepung ini juga bisa menghemat biaya pakan hingga 83 persen.

Selain meninjau budi daya ikan, Tim Kunker IV DPR RI juga menyempatkan meninjau budi daya rawa. Menurut Fauzih optimalisasi rawa juga penting, sehingga rawa yang tidak produktif, dapat dimanfaatkan sebagai pengairan.

“Bagaimana ada kanal, bagaimana ada bendungan, sehingga kalau kering bisa ambil dari bendungan. Kita berharap dengan adanya optimalisasi rawa ini, Sumsel bisa surplus beras, dan meningkat hingga 5 juta ton,” tutup Fauzih. 

SUMBER