Slank

Bagi banyak orang, belatung dianggap hewan yang menjijikkan. Tapi ternyata, belatung juga bisa mendatangkan manfaat nilai ekonomis. Seperti yang ditujukkan Komunitas Nol Sampah Jawa Timur dalam memanfaatkan belatung.

Komunitas itu memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) yang menggunakan metode BSF (Black Soldier Fly) Maggot atau sering disebut dengan Belatung sebagai pereduksinya. Selain hanya membutuhkan lahan yang kecil, serta lebih bernilai ekonomis, metode ini bisa mereduksi sampah hingga 80%.

Dikatakan Koordinator Komunitas Nol Sampah Jatim, Wawan Some, berdasarkan data status Badan Lingkungan Hidup, Jatim di tahun 2016, dengan jumlah penduduk sebanyak 38,85 juta jiwa mampu menghasilkan sampah sebesar 17.395 ton perhari dengan catatan setiap orang bisa menghasilkan 0,4 sampai 0,5 kg perhari.

Jumlah tersebut, 48% berasal dari sampah rumah tangga dengan perbandingan 60% merupakan sampah organik dan 14% sampah plastik. "Dan, 70% lebih sampah tersebut dibuang ataupun ditumpuk di TPA, sehingga tidak heran jika banyak daerah yang bermasalah dengan penumpukan sampah di TPA nya," kata Wawan saat kedatangan tamu Band Slank yang mengunjunginya di tempat pengolahan sampah di Pasar Agrobisnis Puspa Agro.

Wawan menjelaskan, di Sidoarjo ini ada TPS Program 3R (Reduce,Reuse, Recycle) terbesar di Indonesia yang mengolah sampah organik dengan metode BSF atau belatung (Hermetia illucens). "Satu ton sampah organik bisa menghasilkan 200 kg larva yang memiliki nilai ekonomis yaitu sebesar Rp. 500 ribu," tandasnya.

Selain itu, lanjutnya, proses dengan metode ini lebih efisien dan efektif. Proses maksimal 2 Minggu, bisa mereduksi sampah hingga 80% dan tidak membutuhkan lahan yang luas. "Jika menggunakan proses komposting biasa, sampah 1 ton akan menghasilkan kompos 100 kg," jelas Wawan.

Sementara itu, Maudy salah satu pengelola lahan TPS dengan metode BSF ini mengemukakan, adanya metode BSF ini diharapkan bisa diterapkan untuk skala rumah tangga atau komunal. "Harapan saya setidaknya ada TPS3R yang bisa menerapkan metode ini," harapnya.

Lebih lanjut, Ketua Forward (From Organic Waste to Recycling For Development) ini menuturkan, inti dari metode BSF sampah organic adalah mencacah terlebih dahulu kemudian di "makan" oleh Maggot atau Larva (BSF) tersebut.

"Saat umur 7 hari Maggot atau Larva bisa di panen. Selanjutnya, Maggot dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau pakan ikan. Sehingga, metode ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengolahbsampah dan pengolah bisa merasakan manfaatnya langsung," imbuh Maudy.

Dalam mengunjungi TPS itu, Akhadi Wira Satriaji (43) atau akrab di sapa Kaka 'Slank' itu mengatakan, dirinya secara pribadi sangat mengapresiasi kegiatan ini. "Fakta di lapangan memang banyak kita temukan tumpukan sampah, sehingga baik sampah organik dan plastik harus menjadi perhatian yang serius. Ini luar biasa," ujar vokalis grup band yang beraliran Rock 'N Roll Blues itu.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin mengatakan, pihaknya akan mendukung semua kegiatan positif ini. Tidak hanya metode ini, segala urusan yang berkaitan Nur Ahmad Syaifuddin. pengolahan sampah akan sangat di support pemerintah daerah. "Kita, pemerintah daerah akan senantiasi membantu atau memfasilitasi semuanya," terangnya usai mendeklarasikan Jawa Timur Bebas Sampah 2020," pungkasnya

SUMBER