Siklus Hidup Black Soldier Fly (BSF)

Siklus hidup yang dimiliki bsf berbeda dengan siklus hidup lalat hijau, bsf memiliki fase lalat lebih pendek dibanding fase larvanya fase hidup lalat hijau lebih lama pada saat menjadi lalatnya.

Siklus hidup bsf dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

 

 

 

Pada gambar diatas dapat terlihat jelas bagimana fase hidup bsf dilalui disertai karakter dari setiap fasenya. Setiap waktu yang ditempuh setiap fasenya bersifat rata-rata (tidak mutlak) dan hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah kondisi suhu dan kelembaban serta makanan yang mereka konsumsi.

Fase lalat sangat singkat, bsf tidak makan dan hanya minum. Sang jantan akan mati setelah kawin lalu betina akan mati setelah bertelur dengan jumlah yang banyak. Jika kita merenungkan fase hidup lalat ini, apa yang menjadi tujuan mereka hidup? Mereka seakan hidup hanya untuk meninggalkan keturunan yang memiliki banyak manfaat bagi manusia, baik itu perannya maggot dalam menyerap limbah organik dan menjawab permasalahan sampah, dan sekaligus menjawab permasalahan tingginga biaya pakan ternak dan meninggalkan bekas kultur dari budidayanya yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Betapa bsf ini adalah sebuah anugerah yang “terlewatkan” yang hari ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, kita bersyukur memiliki iklim tropis yang sangat mendukung dari budidaya bsf ini.

Siklus ini terjadi di alam yang kemudian dapat kita simulasikan dalam sebuah budidaya di lokasi kita.  Setiap tahapannya harus dilakukan dengan seksama dan justru harus lebih baik dari siklus alami yang terjadi di alam.

(Mitra Peternak Indonesia)